Sunday, May 31, 2009

What do You think about death?



Chiba adalah seorang shinigami (death reaper). Bersama seekor anjing hitam (Kuro Inu) yang mampu berkomunikasi dengannya, ia pergi mengunjungi berbagai macam orang di hari-hari terakhir mereka.

Selalu hujan saat Chiba bertugas.

Tahun 1985. Seorang 'office lady' berumur 27 tahun, Fujiki Kazue adalah target Chiba saat itu. Fujiki merasa hidupnya begitu tidak berarti dan menyedihkan. Sewaktu masih kecil, ia telah ditinggal mati kedua orang tuanya. Beberapa tahun kamudian, paman dan bibi yang mengasuhnya meninggal dalam sebuah kebakaran. Bahkan kekasihnya pun tewas dalam sebuah kecelakaan.

Bekerja di bagian komplain, Fujiki sering menerima telepon 'iseng' dari seorang pelanggan yang misterius. Sang pelanggan begitu sering meneleponnya hingga menjadi bahan gossip di antara teman-teman sekantornya. Ia diteror bahkan hingga ke telepon rumahnya.

Chiba, yang senang sekali mendengarkan musik di sebuah toko musik di dekat kantor Fujiki bertugas melakukan penilaian selama tujuh hari ke depan apakah Fujiki layak mati atau tidak. Ia memulai kontak dengan Fujiki saat ia secara tidak sengaja menumpahkan minuman ke baju Fujiki hingga akhirnya Chiba mentraktir Fujiki makan malam di sebuah restoran.

Pertemuan singkat ini membawa kesan tersendiri bagi Fujiki, hingga ia berharap dapat bertemu lagi dengan Chiba; ia bahkan mengundi koin. Namun malang, bukan hanya hasilnya adalah ekor, tanpa sengaja Fujiki juga menarik perhatian dua orang berandalan yang hendak berbuat jahat kepadanya. Tanpa disangka, Chiba datang menolong.

Teror telepon yang dialami Fujiki semakin menjadi-jadi. Sang penelepon meminta Fujiki untuk bertemu dengannya di suatu tempat. Fujiki yang marah karena bosnya bersikap tidak peduli dengan hal tersebut akhirnya memutuskan untuk segera pulang ke rumah. Tanpa disangka, sejak keluar dari kantornya, seseorang telah mengamatinya dari suatu tempat..

"Diteruskan atau ditunda?", tanya Kuro Inu.

Tahun 2007. Target Chiba berikutnya adalah seorang yakuza berumur 40 tahun, Toshiyuki Fujita. Fujita memiliki seorang bawahan yang masih remaja bernama Akutsu Shinji. Shinji tadinya adalah sorang anak jalanan yang tidak pernah mengenal orang tuanya. Sejak Fujita memungutnya, Shinji menjadi seseorang yang sangat dipercayai sekaligus disayanginya bagaikan anak kandung. Namun, Shinji ternyata menyimpan rahasia sendiri dari Fujita.

Chiba datang sebagai seorang informan yang mengaku mengetahui tempat persembunyian seorang yakuza musuh bebuyutan Fujita. Walaupun Shinjilah yang membawa Chiba datang menemui Fujita, namun ia memaksa Chiba agar tidak mengatakan bahwa si yakuza jahat memang berada di markasnya. Di dalam hatinya, Shinji juga telah menganggap Fujita sebagai seorang yang penting dan menjadi tempat berlindung baginya.

Naas, Chiba dan Shinji pun tertangkap oleh anak buah yakuza musuh Fujita dan dijadikan sandera untuk memancingnya datang. Fujita yang sangat menjunjung nilai-nilai yakuza yang kuno namun luhur, berjalan tanpa ragu menuju kematian..

Tahun 2028. Takeko, sebuah robot perempuan baru saja selesai diperbaiki. Pemiliknya adalah seorang nenek berumur 70 tahun yang membuka salon di rumahnya yang sederhana yang terletak di dekat laut. Sungguh jarang, ialah target Chiba kali ini.

Chiba datang sebagai seorang pelanggan. Kali ini ia adalah seorang pelukis berambut gondrong yang ingin melukis pemandangan tepi laut —namun sayang, selalu hujan saat Chiba bertugas di bumi.

Berhadapan dengan seorang perempuan tua, identitas Chiba terbuka dengan sangat cepat. Kaget sekaligus takjub, Chiba, walaupun bingung akhirnya menerima permintaan sang nenek untuk mencari anak laki-laki sebanyak-banyaknya agar datang untuk potong rambut gratis di hari Sabtu di akhir minggu itu.

Rencana sang nenek ternyata berhubungan dengan masa lalunya. Ia dulu adalah seorang penyanyi dan pernah mempunyai seorang putra yang ia telantarkan begitu saja setelah kematian suaminya.

"Apa yang Kau pikirkan tentang kematian?", tanya Chiba kepada sang nenek. Pertanyaan inilah yang selalu ia ajukan kepada sang target untuk menentukan status layak atau tidaknya mereka bertemu kematian.

Alih-alih langsung menjawab, sang nenek malah berbalik menanyakan pertanyaan tersebut kepada Chiba. "..Bukan sesuatu yang spesial", jawab Chiba. Chiba yang hanya bertemu manusia di saat-saat terakhir dalam hidup mereka tidak pernah memandang kematian sebagai suatu hal yang berbeda —kematian selalu datang kepada setiap orang. Namun, di sisi lain ia tidak pernah belajar tentang kehidupan...

Sweet Rain 死神の精度 (rilis 22 Maret 2008) adalah film Jepang pertama Kaneshiro Takeshi setelah 6 tahun ia lebih banyak membintangi film Cina. Film ini benar-benar menjadi salam perjumpaan kembali yang manis bagi para fans Kaneshiro di Jepang.

Pemeran sang shinigami, Chiba, Kaneshiro Takeshi telah membintangi sejumlah film mengenai sejarah Cina seperti Red Clif dan Red Cliff 2, serta The Warlords . Beberapa tahun sebelumnya, ia membintangi House of Flying Daggers bersama bintang Cina yang telah menembus Hollywood, Zhang Ziyi serta Andy Lau.

Ia juga pernah menjadi model video game Jepang Onimusha yang berlatar sejarah Jepang. Perannya adalah Mitsuhide Samanosuke Akechi.

Konishi Manami, pemeran Fujiki Kazue adalah penyanyi dan aktris Jepang. Original Soundtrack film ini, Sunny Day, dinyanyikan sendiri oleh Konishi Manami yang tampil dengan nama Fujiki Kazue.

Single Sunny Day juga berisi sebuah lagu manis berjudul Touka.

Sweet Rain yang disutradarai oleh Kakei Masaya ini diangkat dari sebuah novel karya Isaka Kotaro berjudul 死神の精度 (Sinigami no Seido)(en: Accuracy of Death).

Sesuai gaya Kakei Masaya yang unik, film ini agak tidak biasa bagi Anda yang lebih sering menonton film Hollywood. Memadukan unsur humor sekaligus kegetiran, Sweet Rain menjadi sebuah tontonan yang tidak hanya menghibur, namun juga memberikan sesuatu untuk Anda renungkan.

referrences:
http://www.squidoo.com/sweet-rain
Read more

Friday, May 29, 2009

jQuery drop down menu: principles

Creating a drop down menu with jQuery makes Your life simpler and easier.

On this tutorial, we'll try to create a simple (yet a nice one!) drop down menu, powered with pleasure by jQuery.

First, we start with the HTML. Our basic menu form will look like this:

  • 1. Item

  • 2. Item

    • 2.1. Item

    • 2.2. Item

      • 2.2.1. Item


Code:

<ul id="top">
<li class="head">1. Item</li>
<li class="head">2. Item
<ul>
<li>2.1. Item</li>
<li>2.2. Item
<ul>
<li>2.2.1. Item</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>

Cheese! Our list-based menu will support multiple submenu.

Next is CSS:

/* No list-bullet! */
#center ul{
list-style: none;
}

/* start menu at most left */
#center ul#top{
padding-left: 0px;
}

/* horizontal (head) menu */
ul#top li.head{
float: left;
padding-left: 10px;
}

/* style for submenu */
ul#top li.head ul{
position: absolute;
display: block;
}

The CSS is quite simple and clean. You can add your own CSS code for beautiful styling.

Last, the javascript. Yes, we need to enable the browser's Javascript support.
At head section of Your html file, add a reference to a jQuery library file:

Code:

<script language="javascript" src="jquery.js"></script>

Then we add these simple lines on script section:

Code:

jQuery(document).ready(function(){
jQuery("#top ul").css({display: "none"});
jQuery("#top li").hover(
function(){
jQuery(this).find('ul:first').css({visibility: "visible", display: "none"}).show(600);},
function(){
jQuery(this).find('ul:first').fadeOut(450);}
);}
);

What does it mean?

First, we tell the browser to hide ({display; "none"}) the submenus. Second, we tell that if the head menu item is hovered, its first submenu should appear (show(600);), slowly. Then it should fade out (fadeOut(450);), again, slowly. Of course, You may change the numbers as You find it fits; the greater the number, the slower it would be.

That's it!
Read more

Monday, May 18, 2009

Gateway Ubuntu dengan firewall, transparent-proxy, dan filtering (part1)

Tulisan ini adalah lanjutan tulisan sebelumnya: Gateway ubuntu 8.10.

Dalam tutorial kali ini kita akan mencoba membuat sebuah gateway di ubuntu 8.10 yang memiliki custom firewall. Gateway kita juga berfungsi sebagai transparent proxy yang dapat melakukan content filtering.

Prekondisi: Ubuntu-box Anda telah terkonfigurasi sebagai Router sesuai tulisan sebelumnya, walaupun tanpa pengamanan apapun.

Perlu diingat! Dalam contoh ini, penulis menggunakan:

internal interface: eth0
internal IP: 192.168.0.1
internal network: 192.168.0.0/24

internet interface: eth1
internet IP: 192.168.1.2

Seperti biasa, berdoa sebelum mulai.

1. Install Squid
Squid yang tersedia di repository adalah Squid 2.7 Stable3, bukan yang paling baru, tetapi ini yang saya gunakan. Untuk mendapatkan Squid terbaru, Anda perlu mendownload tarball dari situs squid-cache.org dan melakukan kompilasi manual.

Untuk melakukan instalasi otomatis dari repository, ketikkan perintah ini di terminal:

sudo get-apt install squid

2. Konfigurasi Squid
[PENTING!] Backup file asli squid.

sudo cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.backup

Buka file konfigurasi Squid dengan gedit, atau editor lain favorit Anda.

sudo gedit /etc/squid/squid.conf

Anda bisa menghapus semua isi file ini kemudian menggantinya dengan konfigurasi Anda:

Pertama, atur squid agar menjadi transparent proxy. Atur squid agar mendengar request hanya dari internal network.


# transparent proxy, internal only
http_port 192.168.0.1:8888 transparent
http_port 127.0.0.1:8888 transparent


Tentukan lokasi menyimpan log dan error. Besar log file squid sangat bergantung terhadap web traffic jaringan Anda. Karena itu Anda mungkin perlu membuat cron job untuk mengganti logfile squid secara berkala (akan dijelaskan nanti). Direktif 'logfile_rotate' mengatur jumlah logfile yang perlu dipertahankan sebelum squid menghapus file lama.


# log & error
access_log /var/log/squid/access.log squid
error_directory /usr/share/squid/errors
logfile_rotate 7


Squid dapat berfungsi sebagai web cache. Untuk dapat mengakses cache, squid perlu berjalan sebagai user tertentu yang mendapatkan izin akses. Dalam contoh ini, penulis menggunakan user 'squid'. User tersebut harus telah dibuat terlebih dahulu (cara membuat user akan dijelaskan nanti).


cache_effective_user squid
cache_effective_group squid
cache_dir ufs /var/spool/squid 100 16 256


Perlu diingat bahwa squid harus memiliki izin untuk mengakses semua direktori dan file yang akan diperlukan, seperti lokasi log dan error, direktori konfigurasi, dan cache. Anda mungkin perlu melakukan chown kepada lokasi tersebut.

Berikutnya mengatur nama cache manager yang bertanggung jawab mengatur squid dan visible hostname untuk squid server.


cache_mgr youremail@domain.com
visible_hostname gatewayku


Bagian acl dan http_access (berikutnya) adalah bagian yang paling penting yang menentukan user mana bisa mengakses apa. Kesalahan di bagian ini dapat mengakibatkan user Anda tidak dapat mengakses web sama sekali.


# acl source, spesifikasikan asal koneksi
acl all src all
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/32
acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl localnet src 192.168.0.0/24

# acl time
acl workhours time M T W H F 08:30-17:00


Untuk memblok beberapa domain, Anda dapat menuliskannya dalam sebuah file tersendiri, dengan setiap baris untuk sebuah domain atau url. Pada contoh ini file yang digunakan adalah "/etc/squid/denied_domains.acl" dan "/etc/squid/denied_ads.acl".


# acl else
acl denied_domains dstdomain "/etc/squid/denied_domains.acl"
acl denied_ads url_regex "/etc/squid/denied_ads.acl"


Inilah bagian yang benar-benar menetukan siapa dapat mengakses apa. Model logika http_access mungkin mirip dengan logika 'iptables'. Squid akan melakukan pencocokan request dimulai dari rule http_access yang paling atas, terus hingga menemukan rule yang cocok atau hingga rule terakhir.


# http_access
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access allow purge localhost
http_access deny purge
http_access allow localhost
http_access allow admin
http_access deny denied_ads
http_access deny workhours denied_domains
http_access allow localnet
http_access deny all


,,bersambung,,


Read more

Wednesday, May 13, 2009

USB-Speaker di Ubuntu 8.10

Secara default, Ubuntu tidak menggunakan speaker ber-interface USB (Universal Serial Bus). Karena itu saat kita memasang USB-Speaker di PC, aplikasi multimedia-player bawaan Ubuntu tidak akan secara otomatis mengeluarkan suara melalui speaker tersebut.

Beberapa player memberikan pilihan untuk mengatur sound device yang akan kita gunakan, misalnya xmms. Tapi tanpa xmms pun, di Ubuntu 8.10 kita bisa memilih USB-Speaker sebagai sound device dengan mudah.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Tes USB-Speaker Anda
Buka terminal dengan menekan Alt+F2, kemudian ketikkan 'gnome-terminal', ENTER.

di terminal, ketikkan:

cat /bin/bash > /dev/dsp


atau

cat /bin/bash > /dev/dsp1


Bila terdengar suara yang memekakkan telinga, USB-Speaker Anda tidak bermasalah.
Tekan Ctrl+C untuk menghentikan suara tersebut.


2. Atur Ubuntu agar menggunakan USB-Speaker
Di panel atas, pilih System ⇒ Preferences ⇒ Sound.
Pilih USB di dropdown “Music and Movies”.
Klik Test --bila sudah terdengar suara, klik Close.

Selesai.
Sekarang Anda bahkan bisa mendengarkan musik dengan Rhythmbox Music Player.






source:
http://www.michaeldolan.com/258
http://www.linuxtent.com/?p=232
Read more

Thursday, May 7, 2009

gateway ubuntu 8.10

Step by Step membuat sebuah Gateway Ubuntu Permanen

Prekondisi:

Hardware:
Komputer dengan OS Ubuntu 8.10, memiliki 2 buah ethernet interface.

Software:
OS Ubuntu 8.10
gedit (terinstall secara default)

Konfigurasi Hardware:

[internet::modem]<------>[(eth1)::gateway::(eth0)]<------>[clients]


catatan:
eth1 dan eth0 akan mejadi ikon ethernet interface yang saya pakai untuk contoh ini.
Pada prinsipnya, eth1 menghubungkan gateway dengan modem internet, sementara eth0 menghubungkan clients dengan gateway; Anda mungkin perlu menyesuaikan hal ini dengan kondisi Anda.

Lainnya:
1. Niat yang ikhlas
2. Berdoa sebelum mulai
3. Kesabaran

Langkah-langkah:

1. Anda perlu memastikan gateway Anda telah terhubung ke internet (melalui eth1) secara permanen.
Bila eth1 Anda belum terkonfigurasi untuk terhubung ke internet, Anda perlu mengedit file '/etc/network/interfaces'. Untuk mengedit file tersebut dengan gedit ketikkan perintah berikut di terminal:

sudo gedit /etc/network/interfaces
tambahkan baris berikut pada file '/etc/network/interfaces' yang telah terbuka di gedit


# interface to the internet
iface eth0 inet static
address 192.168.0.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.0.0
broadcast 192.168.0.255

Jika Anda berniat menggunakan gateway untuk browsing dan melakukan update package secara langsung ke internet, Anda perlu mengeset alamat DNS Server Anda.

Edit file '/etc/resolv.conf' dengan menambahkan baris berikut:

search dns1
nameserver dns2

dns1 dan dns2 adalah IP address DNS Server Anda.

2. Set static IP address untuk eth0.
Tambahkan baris berikut pada file '/etc/network/interfaces' (lihat no. 1):


iface eth1 inet static
address 192.168.1.2
gateway 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255



catatan (1) & (2):
Dalam contoh ini, Jaringan eth1 menggunakan network address 192.168.1.0/24 sedangkan jaringan eth0 menggunakan network address 192.168.0.0/24. Anda dapat menyesuaikannya sesuai kebutuhan Anda.


3. Konfigurasi NAT dengan iptables.
Edit file '/etc/rc.local' dengan perintah berikut:


sudo gedit /etc/rc.local

Kemudian, tambahkan baris berikut sebelum baris 'exit 0':

/sbin/iptables -F
/sbin/iptables -A FORWARD -i eth0 -o eth1 -s 192.168.0.0/24 -m state --state NEW -j ACCEPT
/sbin/iptables -A FORWARD -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
/sbin/iptables -A POSTROUTING -t nat -j MASQUERADE


catatan:
Konfigurasi iptables ini hanya agar komputer Anda dapat meneruskan paket dari internet dan sebaliknya. Konfigurasi di atas sama sekali tidak memberikan jaminan keamanan. Anda mungkin perlu melakukan konfigurasi FIREWALL.

4. Menghidupkan Routing.
Ketikkan perintah berikut di terminal:

sudo sh -c "echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward"

Kemudian edit file '/etc/sysctl.conf' dengan menambahkan 2 baris berikut:


net.ipv4.conf.default.forwarding=1
net.ipv4.conf.all.forwarding=1

5. Restart Ubuntu Anda.


Langkah-langkah di atas mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan konfigurasi awal komputer maupun jaringan Anda, sehingga wajar apabila belum berhasil pada percobaan pertama.

Yang harus Anda lakukan hanyalah tetap sabar, tenang, dan mencoba kembali.





referensi URL:
https://help.ubuntu.com/community/Internet/ConnectionSharing
Read more